Pemerintah daerah DKI Jakarta melalui DLH dan AEON Environmental foundation mengundang IESA dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL UI) untuk berpartisipasi dalam melakukan aksi penanaman mangrove di Kawasan Elang Laut, Pantai Indah Kapuk, pada Sabtu (13/7).

IESA dan Sekolah ILmu Lingkungan UI yang diwakili oleh Dr. Sylvira Ananda Azwar, S.T., M.Sc dan Dr. Lina Tri Mugi Astuti, S.E, M.M membawa sekitar 100 alumni SIL UI, mahasiswa SIL UI dan anggota IESA. Dalam kegiatan ini, selain mengambil momentum untuk seluruh elemen masyarakat berperan bersama memperbaiki kualitas lingkungan Ibukota DKI Jakarta, juga dapat dikembangkan sustainabilitasnya menjadi laboratorium alam mahasiswa SIL UI, yang dapat berguna sebagai tempat penelitian tesis atau disertasi mahasiswa. SIL UI juga dapat menjadikan lokasi hutan mangrove menjadi  tempat pengabdian masyarakat bekerjasama dengan DLH DKI Jakarta dan pemerintah kelurahan setempat dengan mengembangkan industri skala rumah tangga dengan bahan baku dari mangrove, sehingga dapat meningkatkan peran serta masyarakat sekitar buat menjaga hutan mangrove. DIharapkan dengan ini dapat menjaga sustainabilitas dari kegiatan penanaman mangrove ini.

Kegunaan dari penanaman pohon mangrove atau dikenal sebagai pohon bakau dapat membantu kota mendapatkan air dan udara yang bersih. Hutan mangrove dapat menyerap logam berat berbahaya dan meningkatkan kualitas air menjadi lebih bersih. Selain itu, mangrove juga membantu proses alami untuk mendapatkan kualitas udara yang lebih baik.Selain dari itu, mangrove juga berfungsi sebagai pemecah gelombang laut secara alami di sepanjang pantai utara Jakarta, menambah ruang terbuka hijau dan pada saat yang sama mengurangi emisi gas rumah kaca.

 

Oleh : Febriman Sitepu, M.Si

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.